
Gambar Potongan sertifikat HKI, Aplikasi Klasterisasi DTKS
Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatat capaian akademik dan inovatif melalui karya mahasiswa yang tidak hanya relevan secara keilmuan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Sebuah karya ilmiah berjudul “Aplikasi Klasterisasi Data DTKS” berhasil meraih Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk legalitas dan pengakuan atas inovasi yang dikembangkan.
Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Ahmad Syarifudin, di bawah bimbingan dosen Informatika UNIMMA yaitu Ir. Nuryanto, S.T., M.Kom dan Dimas Sasongko, S.T., M.Eng. Karya ini sekaligus digunakan sebagai pengganti skripsi melalui jalur Penyetaraan Karya, membuktikan bahwa UNIMMA mendukung berbagai bentuk pencapaian mahasiswa sebagai bagian dari outcome-based education.
Penelitian ini mengangkat permasalahan aktual yang dihadapi banyak desa: dalam penentuan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan jumlah calon penerima manfaat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan sistem pengelompokan data berbasis K-Means Clustering, dikombinasikan dengan Simple Additive Weighting (SAW) dan validasi menggunakan metode Elbow.
Dengan pemilihan parameter K=3, sistem yang dikembangkan mampu memberikan klasifikasi warga miskin yang lebih rinci, efisien, dan mendukung proses pengambilan keputusan secara objektif. Solusi ini sangat potensial untuk direplikasi dalam kebijakan desa dan menjadi praktik baik dalam penyaluran bantuan sosial yang adil, terstruktur, dan berbasis data.
Ketua Program Studi Informatika UNIMMA, Setiya Nugroho, S.T., M.Eng, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian mahasiswa ini. Ia menyatakan bahwa karya semacam ini mencerminkan kompetensi unggul mahasiswa Informatika dalam merespons persoalan nyata melalui pendekatan teknologi dan data science.
“Kami mendorong terus mahasiswa untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki relevansi sosial dan potensi implementasi. Keberhasilan Ahmad Syarifudin ini menjadi bukti bahwa jalur penyetaraan karya dapat menjadi sarana aktualisasi prestasi yang berkelanjutan,” tegas Kaprodi.
Capaian ini menjadi bagian dari laporan kinerja Prodi Informatika dalam mendukung pencapaian IKU (Indikator Kinerja Utama) perguruan tinggi, khususnya pada bidang hilirisasi riset mahasiswa, penguatan capaian HKI, serta pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis proyek riil.
