
Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Rofi Abul Hasani, S.Kom., M.Eng., turut ambil peran dalam pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Magelang. Sebagai moderator FGD, Rofi memandu jalannya diskusi lintas sektor yang menjadi bagian penting dari proses penjaringan ide dan validasi rancangan model pengelolaan sampah organik berbasis aplikasi digital.
Kegiatan FGD dan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang didanai oleh BRIN melalui proyek riset strategis bertajuk “Pengembangan Model Green Circular Economy dan Pemberdayaan Perempuan melalui Pengelolaan Sampah Organik berbasis Aplikasi Digital untuk Produksi Pupuk dan Budidaya Maggot”. Penelitian ini dilaksanakan selama periode 2025–2026 di Kabupaten Magelang dan melibatkan berbagai mitra, termasuk UNIMMA dan Universitas Tidar (UNTIDAR).
FGD dan workshop diselenggarakan di Aula BRIN-CWS, Borobudur, Kabupaten Magelang, dan bertujuan untuk memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan serta calon pengguna aplikasi. Inisiatif ini diharapkan dapat melahirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis teknologi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya:
- Prof. Ir. Yun Arifatul Fatimah, MT., Ph.D. (Wakil Rektor I UNIMMA) yang membawakan materi “Green Circular Economy dan Woman Empowerment”.
- Melchior Raka Daksattama, S.T. (Waste and Wishes Indonesia), yang menyampaikan paparan berjudul “Peluang dan Tantangan Pengembangan Model Pengelolaan Sampah Organik berbasis Aplikasi Digital”.
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, yang menjelaskan “Rencana Tata Kelola Pengelolaan Sampah di Kabupaten Magelang”.
Diskusi kelompok yang difasilitasi oleh Rofi Abul Hasani berjalan dinamis, dengan berbagai masukan dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi lingkungan, pemerintah daerah, hingga komunitas pengelola sampah. Diskusi ini memperkuat kolaborasi antara sektor riset, pendidikan, dan masyarakat dalam merancang model yang aplikatif dan berdampak nyata.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, BRIN berharap model pengelolaan sampah berbasis aplikasi digital yang tengah dikembangkan tidak hanya akan efektif secara teknis, tetapi juga inklusif secara sosial dan berkelanjutan secara ekonomi.
